PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHAN 1441 H TAHUN 2020

Assalamualaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah nggak terasa bentar lagi memasuki bulan suci Ramadhan 1441 H,, angkanya cantik y, karena hanya pengulangan angka 1 dan 4... semoga Ramadhan tahun ini juga secantik angkanya, Aamiin.
Sebagian umat muslim di Indonesia ada yang sudah menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada hari Jum’at tanggal 24 April 2020. Untuk menentukan awal puasa 1 Ramadhan 1441 H, rencananya pemerintah akan menggelar Sidang Isbat pada hari ini, Kamis 23 April 2020.

Qodarullah Ramadhan kali ini bertepatan dengan mewabahnya virus Covid-19 atau yang familiar disebut virus corona. Pasti sudah pada tau kan asal muasal, penyebarannya dan langkah penanganannya. Pasti kalian lebih paham & lebih update beritanya daripada saya...hehe.
Jadi langsung aja y kembali ke tema awal....berhubung lagi ada si Covid-19 ini dan penyebarannya sudah merata di seluruh Indonesia, jadi pemerintah melakukan sejumlah aturan-aturan yang berhubungan dengan ibadah di bulan Ramadhan kali ini. Berdasarkan situs resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (https://www.covid19.go.id/). Pemerintah melalui Kementerian Agama menghimbau agar pelaksanaan ibadah selama bulan suci Ramadhan dilakukan di rumah saja selain itu pemerintah juga melarang mudik. Semoga pandemi ini segera berakhir dan aktivitas Ramadhan berjalan seperti biasanya. Aamiin.

Ramadhan tahun lalu saya juga sempat memposting persiapan menyambut Ramadhan 1440 H. Sebetulnya nggak jauh beda persiapan Ramadhan setiap tahunnya, tapi untuk tahun ini sepertinya akan berbeda....
1.      Anggaran Khusus Lebaran
Nggak dipungkiri, walaupun kita mau konsen mikirin akhirat, tapi pemenuhan kebutuhan primer seperti pangan dan sandang harus tetep diperhatikan. Gimana mau konsen urusan akhirat kalau kita laper, kalau anak istri butuh makan, butuh baju lebaran, butuh uang buat beli isi toples. Jangan sampai  Habblum minallah nya bagus tapi hablum minannas nya malah berantakan. Tips dari saya, biasanya setiap bulan saya menyisihkan sedikit dari pendapatan, bisa ditabung sendiri, bisa lewat tabungan rencana yang diambil pas bulan Ramadhan ataupun tabungan lainnya. Jadi uang Ramadhan adalah uang alokasi khusus untuk bulan Ramadhan, jadi nggak mengganggu tabungan yang lain. Kalaupun nggak bisa dan nggak terbiasa, diusahakan dan harus dipaksa agar terbiasa. Nah kalau dapet THR itu anggep aja bonusan. Kalau sisa jangan dihabiskan dan langsung masukkan ke simpanan Dana Darurat.

2.     Persiapan Jasmani & Rohani
Sebagai manusia awam, saya akui iman kadang naik turun. Konsisten itu susah, walaupun iman lagi turun, tapi jangan tinggalkan yang wajib-wajibnya. Itu harus dan mutlak. Buat me-recharge iman, biasanya saya dengerin kajian-kajian dan baca Al-Qur’an biar nanti pas Ramadhan sudah terbiasa dan tidak terbata-bata. Kalau waktunya kadang nggak selow (astagfirullah) dengerin yang ceramah 1 menitan, tapi nggak Cuma satu y, hehe....
Buat persiapan hati, latih lagi ilmu ikhlas, jangan nyampurin urusan orang lain, fokus sama pribadi kita, kalau ada niatan nggak baik atau pikiran husnudzon entah masalah apapun langsung ingat Allah dan istigfar. Saran saya, mau ramadhan atau enggak. Masalah hati ini penting. Kaitkan selalu hatimu dengan Sang Pemilik hidupmu, insyaAllah masalah sebesar apapun klo hatimu dipasrahkan sama Allah akan ringan.
Nabi shallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Nah klo fisik (jasmani), insyaAllah kalau hatinya baik tercermin melalui fisik, tapi ada juga yang fisiknya terlihat bagus tapi hatinya sakit, hati-hati ya teman-teman... untuk persiapan jasmani jangan lupa untuk menjaga tubuh tetap fit ditengah pandemi Covid-19 dengan makan makanan yang bergizi, makan buah dan suplemen vitamin bila diperlukan. Ingat, hanya kamu yang tau kondisi tubuhmu.

3.     Hunting Outfit Serba Serbi lebaran
Dari awal tahun 2020 saya sudah bergerilya di online shop buat nyari gamis dan mukena yang nyaman buat sholat tarawih, bukan buat lebarannya. Biasanya buat lebarannya mepet menjelang Ramadhan takutnya modelnya berubah terus. Hehe...
Alhamdulillah dapet gamis dengan bahan katun yang nyaman banget dengan harga nggak terlalu mahal. Rencananya tanggal 14 Maret 2020 mau ke Solo, ada urusan dan sekalian hunting baju lebaran buat suami dan keluarga besar. Qodarullah pas hari itu, pagi-pagi berita di TV rame nyiarin di Solo ada yang positif Covid-19 dan ditetapkan siaga. Jadi kita pending sampe sekarang belum beli. Mau nge-Mall juga mikir-mikir, soalnya biasanya kalau hunting buat lebaran sampe berjam-jam. Kalau nggak dikasih mentahan aja.hehe

4.     Food Prep dan Hunting Variasi Menu
Untuk urusan dapur, alhamdulillah tiap minggu sudah terbiasa dengan food prep. Tinggal variasi menu yang agak bingung, apalagi menu yang sehat-sehat, no gula, gluten, minyak goreng, tapi syusahnya...alhamdulillahnya di instagram banyak banget yang posting variasi menu tinggal dipadupadankan.

Sekian persiapan menyambut lebaran keluarga kecil kami, maaf kalau ada salah-salah kata,, agak bingung juga mau nulis apa, biasanya udah heboh belanja sana sini, pulang kampung bawain sembako buat persiapan puasa orang tua. Dan kerasa banget bedanya.....
Semoga Covid-19 segera berakhir dan kita bisa menjalankan ibadah dibulan Ramadhan dengan khusyuk dan semakin bertambah iman dan taqwa kita pada Allah SWT. Aamiin
Selamat menjalankan ibadah puasa...

With Love,
dianhandari



Sumber referensi :

Haters.....kenapa mereka ada di dunia ini ???

Setiap orang pasti punya haters. Apalagi klo dia orang baik. Tambah semakin banyak haters nya. Kok bisa gitu? Ya kan orang baik g perlu bilang klo dirinya baik. Tp orang jahat selalu nyari temen buat bisa dihasut.

Terus gmn caranya ngadepin haters? Sabar & ikhlas. Anggep aja itu ujian yg Allah berikan lewat perantara si haters.
Logikanya gini, Allah pengen kamu naik kelas, tp amalmu masih kurang, nah buat nglengkapin amalmu, Allah datengin tuh para haters.

Kalau km bisa sabar ngadepin si haters, kamu lulus ujiannya. InsyaAllah bisa naik kelas, tp kalau kamu g sabar, ya... msh harus ujian lagi. Latian sabar & ikhlas lagi.

Jd buat yg suka dibully, difitnah, dijelekin, diomongin disana sini hadapi dgn tawakkal. Si haters tu ibaratnya lg transfer pahalanya ke km, masa dikasih pahala cuma2 g seneng. Susah lho nyari pahala.

Don't be sad. Serahin pasrahin sm Allah. InsyaAllah diluar suasana hingar bingar, hatimu bakalan tetep adem.

Love yourself & Love each other

With love
@dianhandari

"Lagi dan Lagi......Jadi Pejuang Long Distance Marriage 'LDM'


Pembuka :
Assalamualaikum Wr. Wb. Teman-teman pembaca setia….Sebelum membaca curhatan saya tentang Long Distance Marriage atau bahasa kerennya ‘LDM’ di bawah ini. Bolehlah ya sedikit pembuka dari saya …Sebenernya tulisan ini udah lumayan lama saya tulis dan saya posting di instagram saya, tepatnya tanggal 10 Mei 2019 bertepatan dengan awal bulan suci Ramadhan. Nah karena tulisan ini saya bikin pake deep heart, jadi sayang banget kalau cuman di posting di ig aja, nah sekalian aja saya masukin ke blog ini. Siapa tau pembaca ada yang sedang bernasib sama. Sama-sama jadi “Pejuang LDM” siapa tau bisa menambah sedikit motivasi buat menjalani hari-hari dengan penuh kerinduan…..hehe..Selamat membaca…….

 Ini kisahku……
Alhamdulillah udah memasuki Ramadhan hari ke-5. Flashback ke hari Minggu, sehari sebelum puasa pertama. Sore itu, pak suami mendapat pesan dari rekan kerjanya, yang minta izin tdk masuk karena ingin melewatkan hari pertama puasa bersama keluarga. Dan semua orang pastinya menginginkan itu, berkumpul bersama keluarga tidak hanya dihari pertama puasa, kalau bisa full selama ramadhan, atau bahkan bisa bersama selamanya, tanpa terpisah jarak dan waktu.

Jadi inget tahun 2018 kemarin, pertengahan tahun pak suami mendapat amanah yang mnegharuskan kita untuk LDM lagi. Yahhhh… lagi – lagi LDM. Syok pasti, karena untuk kesekian kalinya harus jauh, apalagi ditambah tugas dan tanggung jawab lebih besar bikin kita jarang ketemu. Padahal kita sudah terbiasa menjalani LDM, bahkan sejak pertama menikah. Satu hal yang bikin nyesek, kita sudah memprediksi Ramadhan tahun 2019 nggak bisa barengan.

Sering saya dan suami berfikir, ini nikmat atau istidraj. Disatu sisi kita dapat nikmat yang bahkan banyak orang impikan dan perebutkan dengan berbagai cara. Tapi Allah memberikan dengan sangat mudahnya. Di sisi lain harus mengorbankan keluarga dengan berjauhan lagi. Kenapa begitu? Ya…. Waktu bersama tidak bisa diulang kembali, moment-moment yang harusnya dilewatkan bersama menjadi hilang. Terkadang tanpa kita sadari, ada hal yang kita anggap itu nikmat, tapi ternyata yang sebenarnya terjadi adalah istidraj. Allah memberikan nikmat terus menerus dikala hamba-Nya masih suka bermaksiat, hatinya masih kotor, sholat bolong-bolong dan berbagai kemaksiatan lainnya, sampai suatu saat Allah berikan musibah yang membuatnya tersadar. Itu yang kami takutkan. Tapi bismillah….. apapun yang terjadi libatkan Allah dalam setiap episode-episode dalam kehidupan kita.

Seberapa beratkah LDM itu ???
Tergantung bagaimana pasangan itu menyikapinya, dibutuhkan pengertian dari pasangan kita dan keluarga besar. Kebetulan saya dan suami sudah LDR selama 4 tahun dan LDM selama 5 tahun.

Seringkali masalah dating bukan dari pihak keluarga dan pasangan, tetapi dari orang lain yang bukan siapa-siapa kita. Sudah hokum alam, kita yang ngelakuin, orang lain yang ngomentari.

Itu juga terjadi pada saya dan suami. Dibilang boroslah karena harus dapur 2, si cewek yang nyamperin cowoknya kayak nggak punya malu (lha kan udah suami istri, dan prinsip kami, mana yang waktunya selo ‘longgar’ gentian nyamperin) dan yang parah katanya nikah cuma buat identitas aja karena nggak serumah.

Apapun itu, Alhamdulillah bisa kami lewati dengan senyuman.

Buat yang masih LDM semangat, karena kalian nggak sendirian, masih banyak pejuang-pejuang LDM diluaran sana. Buat yang nggak atau belum pernah LDM, jangan sekali – kali nyinyirin yang LDM. Bisa jadi keadaan LDM berpindah ke kalian. Kita tidak pernah tau masa depan seperti apa, jangan sampai nyinyiran kalian berujung LDM di masa depan.

Selamat berpuasa, semoga kita mendapatkan rahmat di bulan penuh berkah ini.
Aamiin ya Rabbalálamin…

Penutup ……
Gimana man teman setelah baca curhatan ku waktu itu. Maaf apabila ada salah-salah kata atau tulisan yg bikin kalian nggak enak bacanya…
Jangan lupa koment y …
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Festival Desa Wisata dan Jambore Kelompok Sadar Wisata Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2019


Assalamualaikum Wr. Wb
Hay….man teman semua… mumpung msh segar diingatan, aku bakalan mereviev acara “Festival Desa Wisata dan Jambore Kelompok Sadar Wisata Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2019” tanggal 15 – 16 Juni 2019 yang bertepatan hari Sabtu - Minggu.
Awalnya aku sama suami lagi muter-muter nyari tempat cucian mobil, dari lebaran belum dicuci sama sekali baik di dalem maupun luarnya jadi berasa debu dimana-mana, dan setelah berkeliling nyari di daerah ungaran dan kebanyakan antri panjang, akhirnya diputuskan ke tempat cucian yang biasanya di dekat Alun – alun Bung Karno Kalirejo. Karena antriannya lumayan panjang juga, kita putuskan buat jalan-jalan ke Alun – alun Kalirejo yang berada persis di Exit Tol Ungaran.

Sampai disana kita excited banget,, ternyata lagi ada acara yang sepertinya meriah dan terkonsep dengan apik. Fyi….sejak ada Exit Tol Ungaran, geliat perekonomian di Kabupaten Semarang khususnya Ungaran menjadi semakin ramai, apalagi Alun-Alun Bung Karno yang di pugar menjadi daya tarik tersendiri dan sering ada event besar disana. Pintu untuk masuk sebenernya banyak, bisa dari mana aja,, tapi afdolnya sih lewat pintu utama ini, yang langsung disuguhkan dengan permainan alat musik angklung dll, tapi kebetulan pas kita masuk mereka lagi istirahat.

Selanjutnya, ada tempat penukaran uang. Jadi makanan dan jajanan yang dijual disini belinya dengan koin yang sudah disediakan dengan pecahan 2,5k alias Rp 2.500,- dan 5k setara Rp 5.000,-. Karena kebetulan kita baru saja sarapan, jadi nukerinnya cuma Rp 25.000,- buat jajan aja.


Konsep yang disajikan di Festival ini ada 3 yaitu :

1.       Traditional Market


yaitu sejenis pasar tradisional yang terbuat dari bambu dan atapnya terbuat dari sejenis anyaman daun. Terdapat pondok-pondok yang juga terbuat dari bambu, klo orang jaman dulu bilangnya jualan di lincak (bener gak sih..hehe). Keunikan lain yang ditemukan yaitu baju orang yang berjualan, mereka menggunakan pakaian adat khas daerah masing-masing. emang sih masing seputaran Semarang, tapi pakaian yang dipakai beragam. Tempat untuk menyimpan makanan dan pembungkusnya juga unik, umumnya terbuat dari gerabah ataupun anyaman. 


Dawet khas Lerep Kabupaten Semarang, tempatnya menggunakan gerabah dan gelasnya juga terbuat dari gerabah kecil,, unik banget.





Ibu ini sedang berjualan bubur pelangi dengan jajanan khas tempo dulu serba godokan. Pembungkusnya pun menggunakan daun jati. Hmmm...jadi inget masa kecil, mainan pake daun jati buat bungkusnya.


Nah kalau yang ini jualan aneka cemilan yang serba godokan, dijamin bebas kolesterol,hehe... Ada jagung rebus, pisang rebus dll. Tempatnya juga dari piring anyaman. Ibu penjualnya luwes banget.


Sego iriban....agak aneh ditelingaku sih, baru pertama kali dengernya. kalau diamati itu nasi di bungkus daun pisang, dan cara bakarnya dimasukkan ke bambu. Dari keterangan tulisannya nasi iriban berisi dari nasi putih, ayam panggang, sambal kelapa, sayur urab-urab yang terdiri dari cikra cikri, jagung dan kacang panjang.




Kebetulan karena muter-muternya lumayan lama, jadilah kita laper lagi, padahal baru aja makan. Pas banget ada gudeg, dan gudegnya enak banget karena makannya di besek dan sendoknya pakai daun pisang.


2.      Panggung Hiburan
Kemarin pas kita di sana kebetulan sedang ada penilaian lomba dari masing-masing Desa Wisata se Kabupaten Semarang. Ada yang menari dengan diiringi alat musik, ada yang berpantun kemudian menari dan sebagainya, yang jelas mereka terlihat sangat totalitas dalam mengikuti lomba ini. Salut deh…




3.      Stand yang menampilkan promosi setiap desa wisata
Letaknya di sekeliling traditional market dan panggung hiburan. setiap stand berisi satu desa wisata dan menampilkan ciri khas dan potensi wisata desa tersebut. Ada yang menampilkan koleksi benda-benda antinya tempo dulu, ada yang menjual susu sapi, ada yang menampilkan kopi tradisional dan ada juga yang mempromosikan jamu khas desa mereka.


Over all secara keseluruhan, festival desa wisata ini menarik dan murah meriah tanpa dipungut biaya masuk, paling kalau nggak jajan cuma bayar parkiran aja,, hehe.... 
Pengunjung juga bisa tahu potensi wisata yang ada di Kabupaten Semarang dan yang pasti banyak spot-spot foto buat selfi.

oke deh.....segitu dulu ulasan kali ini. Apabila ada salah tulis mohon dimaafkan dan silahkan koment di bawah.

Akhir kata, 
Wassalamualaikum Wr. Wb

GERAKAN PENGENDALIAN OPT PADI DI KABUPATEN SRAGEN



Foto bersama sebelum gerakan pengendalian OPT dimulai

Pasti banyak yang bertanya – tanya, apa sih Gerakan Pengendalian OPT Padi itu ??
Jadi Gerakan Pengendalian OPT Padi adalah suatu kegiatan untuk mengamankan pertanaman padi dari gangguang serangan OPT.
OPT sendiri kepanjangan dari Organisme Pengganggu Tumbuhan yang terdiri dari hama dan penyakit (semoga kapan2 bisa bikin tulisan tentang OPT sendiri).

Pengendalian OPT dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
1. Pengendalian secara pre-emtif : pengendalian dilakukan sejak sebelum tanam, bisa dengan pengolahan lahannya atau perlakuan benih dengan perendaman, dsb.
2. Pengendalian secara responsif : pengendalian ini dilakukan dipertanaman apabila masih terjadi serangan OPT.

Menurut Petunjuk Teknis yang disusun oleh BPTPHP Provinsi Jawa Tengah, tujuan dari gerakan pengendalian adalah :
1.      Memberdayakan dan meningkatkan kepedulian masyarakat tani akan pentingnya pengendalian OPT melalui gerakan pengendalian.
2.      Memotivasi masyarakat untuk ikut aktif mengendalikan OPT secara bersama di daerah potensi atau endemis serangan OPT.
3.      Mengevaluasi tindakan pengendalian OPT pada tanaman padi.
4.      Merumuskan rekomendasi pengendalian OPT Tanaman Padi.

Secara teknis di lapangan, Gerakan Pengendalian yang biasa disebut “Gerdal” yang dianggari oleh BPTPHP Jawa Tengah terbagi menjadi 2 yaitu dari anggaran APBD dan APBN. Berbeda penganggaran, berbeda pula bahan pengendalian yang digunakan dan sarana alat pelindung yang diberikan. Bahan pengendalian dibedakan menjadi 2 yaitu menggunakan kimiawi bdan menggunakan agens hayati.
Arahan dari Tim BPTPHP Jawa Tengah

Kebetulan gerdal yang saya datangi beserta tim BPTPHP Jawa Tengah di Kelompok Tani Rejeki, Desa Jati, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen anggaran bersumber dari APBD dengan OPT sasaran kresek dan patah leher.  Arahan dari BPTPHP Jawa Tengah diantaranya sebagai berikut, dalam pengendalian OPT ada dua cara yaitu pengendalian sejak sebelum tanam (preemtif) dan pengendalian di pertanaman ketika terjadi serangan (responsif).

Di Kelompok Tani Rejeki pengendalian dilakukan pada saat tanaman muda yaitu dengan  dalam upaya pengendalian OPT yang sesuai dengan prinsip-prinsip PHT, pengembangan agens hayati dan biopestisida dalam budidaya tanaman sangat diperlukan salah satunya menggunakan Paenibacillus polymyxa yang mampu mengendalikan penyakit kresek. Karena efek kerja yang ditimbulkan dari agens hayati ini butuh proses, maka aplikasi dilakukan sebelum ada serangan.
Petani sedang mengisi tangki dengan agens hayati yang telah disediakan oleh petugas

Ketika akan mengaplikasikan sebaiknya di lakukan pengecekan tank yang untuk menyemprot, sebelumnya digunakan untuk pestisida kimia atau tidak, karena jika tercampur dengan pestisida kimiawi, tingkat efektivitasnya menjadi berkurang, jadi tank nya harus dicuci dahulu. Selain itu waktu aplikasi juga harus diperhatikan, penyemprotan efektif dilakukan pada  pagi hari atau sore hari dan perhatikan tekanan dari noozle, karena tekanan yang tinggi dapat mengakibatkan bakteri yang ada menjadi rusak.
Pelaksanaan Gerakan Pengendalian OPT Cabai

Diharapkan setelah adanya kegiatan gerakan pengendalian OPT padi, anggota  Kelompok Tani Rejeki menjadi terpicu kembali untuk mengaktifkan kelompok taninya. Walaupun belum ada bantuan dari pemerintah, kelompok tani bisa melakukan kegiatan sendiri secara swadaya. Hal ini terlihat dari antusiasme masing-masing anggota kelompok tani dalam sesi tanya jawab setelah kegiatan penyemprotan di lahan telah selesai.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam dunia perlindungan tanaman, apabila ada salah kata dalam penulisan, saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Sumber :
Petunjuk Teknis Tanaman Pangan BPTPHP Provinsi Jawa Tengah
- Laporan Gerakan Pengendalian dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman       Temanggung. 
- Laporan Gerakan Pengendalian dari Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman       Semarang.